Dinukil dari buku : Panduan Belejar Bagi Penuntut Ilmu
Oleh : Syekh Al-Zarnuji
Barangsiapa yang telah dapat merasakan kelezatan ilmu dan pengamalannya, maka dia tidak akan begitu tertarik dengan harta yang dimiliki orang lain. Syekh imam al-ajall al-ustadz qawamuddin hammad bin ibrahim bin ismail ash-shafar al-Anshari telah membacakan syairnya:
“Barangsiapa yang mencari ilmu untuk tujuan akhirat, maka beruntunglah ia dengan keutamaan dari petunjuk Alloh.”
“Sungguh amat merugi orang yang mencari ilmu hanya untuk mendapatkan keuntungan dari hamba Alloh (manusia).”
Namun apabila seseorang mencari kedudukan untuk dapat menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran, menegakkan kebenaran dan mengagungkan Agama bukan untuk kepentingan hawa nafsunya, maka hal itu diperbolehkan sebatas kedudukan dimana ia sudah dapat menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Hal tersebut perlu direnungkan oleh para pencari ilmu, supaya ilmu yang mereka cari dengan perjuangan yang berat tidak sia-sia. Jangan ia memalingkan pada tujuan duniawi yang hina, sedikit dan fana (binasa).
Dalam syair dikatakan :
“Dunia itu sedikit dari yang sedikit dan seseorang yang tenggelam didalamnya lebih hina dari orang hina.”
“Dunia dengan sihirnya membutakan dan menulikan orang, sehingga mereka bingung tanpa pegangan.”
Ditulis oleh : Judin
Dari : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar