
Oleh : Judin
Kita hidup di dunia ini di ikuti oleh 2 Sekretaris Allah yang setiap saat selalu mengetahui langkah kita, apa yang kita perbuat baik buruk tetap sekretaris tersebut mencatatnya, pasti kita bertanya-tanya, siapakah dua sekertaris tersebut? Tentunya malaikat Rakib dan malaikat Atid. Malaikat Rakib yang selalu mencatat amal baik manusia, terletak di sebelah kanan kita, sedangkan malaikat Atid yang mencatat amal buruk yang dilakukan manusia dan terletak disebelah kiri kita.
Allah memerintah dua malaikat ini tiada lain hanyalah untuk memantau setiap apa yang dikerjakan manusia, baik-kah atau burukah? Kalau ingat bahwa kita diikuti oleh dua malaikat tersebut tentunya kita lebih berhati-hati dalam berbuat, artinya jagalah diri dari perbuatan buruk. Karena kebaikan dan keburukan semuanya pasti ada balasannya, sebagaimana dalam firman Allah SWT surat Az-Zalzalah ayat 7-8, teks ayatnya sebagai berikut :
`yJsù ö@yJ÷èt tA$s)÷WÏB >o§s #\øyz ¼çntt ÇÐÈ `tBur ö@yJ÷èt tA$s)÷WÏB ;o§s #vx© ¼çntt ÇÑÈ
7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Maka dari ayat di atas sudah jelaslah, bahwasanya Allah telah mengingatkan kepada kita bahwa kebaikan dan keburukan seberat zarrahpun pasti ada balasannya. Berdasarkan ayat tadi diatas ada dua yang perlu dikemukakan yaitu kata ﺧﻴﺮﺍ (Wa’ad atau janji Allah) yang berarti kebaikan, dan orang yang melakukan kebaikan dan menegakan kebenaran di jalan Allah, maka tiada lain balasannya adalah surganya Allah, maka sebaliknya kata ﺷﺮﱡﺍ kebalikan dari kata ﺧﻴﺮﺍ yang artinya keburukan, dalam kata tersebut terdapat wa’id atau ancaman, ancamannya apa? Maka balasannya yang pantas untuk orang yang berbuat keburukan yaitu Neraka.
Inilah gambaran ayatnya (timbale balik dari keburukan, agar manusia berbuat kebaikan) !
* `tBur öNÎ=ó¡ç ÿ¼çmygô_ur n<Î) «!$# uqèdur Ö`Å¡øtèC Ïs)sù y7|¡ôJtGó$# Íouröãèø9$$Î/ 4s+øOâqø9$# 3 n<Î)ur «!$# èpt7É)»tã ÍqãBW{$# ..
22. Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. dan Hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. (Q.S Luqman : 22)
Maka sekali lagi, apa yang kita lakukan di dunia ini tidak ada yang tidak tercatat, tidak ada yang terlewatkan melainkan semuanya ada catatannya. Karena apa yang kita lakukan di dunia otomatis terekam dan itu akan terungkap dan kita ketahui ketika di hisab oleh Allah nanti di akhirat, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Kahfi ayat : 49yìÅÊãrur Ü=»tGÅ3ø9$# utIsù tûüÏBÌôfßJø9$# tûüÉ)Ïÿô±ãB $£JÏB ÏmÏù tbqä9qà)tur $oYtGn=÷uq»t ÉA$tB #x»yd É=»tGÅ6ø9$# w âÏ$tóã ZouÉó|¹ wur ¸ouÎ7x. HwÎ) $yg8|Áômr& 4 (#rßy`urur $tB (#qè=ÏJtã #ZÅÑ%tn 3 wur ÞOÎ=ôàt y7/u #Ytnr& ÇÍÒÈ
49. Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, Kitab apakah Ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang Telah mereka kerjakan ada (tertulis). dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun".
Tulisan tebal dalam ayat diatas yang menjadi sorotan dan menjadi penguat ayat-ayat sebelumnya yang tertulis.
Mungkin ini yang bisa saya sajikan, apabila ada redaksi dan kalimatnya kurang mengena dengan judul yang saya ambil mohon maaf. Saya tunggu komentar berupa kritik dan saran yang membangun dari semua kalangan yang membaca artikel ini !
Daftar Bacaan :
- Tanpa ada pengarang, 1427H, Tafsir Sepersepuluh dari Al-Qur’an Al-Karim, tanpa kota terbit: PT. Megatama S. Pressindo
- Analisis saya sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar